Kamis, 23 Januari 2020

Teknik Menulis Paragraf Artikel: Pengertian, Struktur dan Contoh Menulis

Pengertian Paragraf

Aksara Ilmiah - Memulai sebuah tulisan tentunya dilakukan dengan memahami jenis kata dan kalimat tertentu. Hubungan antara kata dan kalimat yang saling berkaitan dan mendukung mengakibatkan artikel yang dituliskan menjadi lebih menarik untuk dibaca oleh para pembaca. Hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain disebut dengan sebuah paragraf, akan tetapi, sebuah paragraf yang baik adalah sebuah paragraf yang terorganisir dan memiliki coherent, dan kesemuanya terhubung pada sebuah topik. Dengan kata lain, sebuah paragraf hanya boleh memiliki satu topik yang ingin disampaikan. Secara definitif, sebuah paragraf diartikan sebagai:
A paragraph is a series of sentences that are organized and coherent, and are all related to a single topic
Pengertian paragraph yang berasal dari web Indiana University Bloomington ini menyatakan ada tiga hal penting dalam menulis sebuah paragraf, yaitu susunan kalimat, coherent, dan topik. Untuk susunan kalimat, para pembaca dapat mengetahuinya lebih lanjut pada artikel sebelumnya mengenai kalimat simple, compound, dan complex dan klausa independent dan dependent. Sementara itu, topik didefinisikan sebagai sebuah hal yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca, sedangkan coherent dalam kamus Cambridge ialah:
If an argument, set of ideas, or a plan is coherent, it is clear and carefully considered, and each part of it connects or follows in a natural or reasonable way
Dengan kata lain, coherent adalah suatu keadaan yang membuat satu kalimat dengan kalimat yang lain memiliki hubungan antara satu sama lain, sehingga tercipta suatu kesatuan dalam rangka mengekspresikan topik yang ingin disampaikan kepada para pembaca. Dengan demikian, sebuah paragraf yang baik adalah paragraf yang kalimat-kalimatnya saling mendukun untuk menciptakan sebuah kesatuan, sehingga topik yang disampaikan dapat mudah dimengerti oleh pembaca.

Struktur Menulis Paragraf

Penjelasan sebelumnya berimplikasi pada satu buah ide di sebuah paragraf. Selanjutnya, sebuah topik yang telah dipilih haruslah didukung oleh kalimat-kalimat yang dapat mengekspresikan topik tersebut. Untuk itu, perlu diketahui struktur sebuah paragraf, yaitu:
Topik, yang diekspresikan oleh sebuah kalimat
Kalimat pendukung, yang diekspresikan oleh beberapa kalimat
Kalimat kesimpulan, yang diekspresikan oleh beberapa atau sebuah kalimat
Nah, yang menjadi pertanyaan, bagaimana membuah beberapa kalimat yang mampu mewujudkan sebuah topik, dukungan, dan kesimpulan. Berdasarkan struktur ini juga, dapat ditarik sebuah implikasi bahwa sebuah paragraf hanya perlu tiga hal yaitu kalimat topik, pendukung, dan kesimpulan. Secara praktis, sebuah paragraf hanya memiliki satu buah kalimat topik, beberapa kalimat pendukung 2-5 kalimat, dan 1-2 kalimat kesimpulan. Maka, setidaknya dibutuhkan 4 buah kalimat untuk menyusun sebuah paragraf yang baik, dan sebanyaknya hanya dibutuhkan 8 kalimat dalam sebuah paragraf.

Selain itu, perlu juga untuk para pembaca memahami mengenai kebutuhan satu buah topik dalam satu paragraf. Kata lain dari sebuah topik ini, yaitu ide pokok, dan ide pokok ini juga harus diwujudkan dalam sebuah kalimat, yang juga dikenal dengan istilah kalimat pokok, kalimat utama, atau kalimat inti. Maksudnya? Ya, sebuah kalimat topik adalah kalimat inti atau inti klausa, yang dengan kata lain adalah kalimat independent, yang hanya membutuhkan satu buah subject dan satu buah verb, - simple sentence. Sementara itu, kalimat pendukung digunakan untuk memberi sebuah alasan dibalik pemilihan topik dari suatu paragraf (yang diekspresikan pada satu kalimat), sehingga ada sebuah informasi tambahan atau informasi khusus/ spesifik yang ingin disampaikan kepada pembaca. Hal ini berimplikasi pada pada kebutuhan compound dan complex sentence, atau kalimat majemuk untuk memberikan dukungan pada topik. Lalu, bagaimana dengan sebuah kalimat kesimpulan? Coba perhatikan pengertian kesimpulan yang didefinisikan oleh kamus Oxford berikut:
A conclusion is something that you decide when you have thought about all the information connected with the situation
Secara kontekstual, sebuah kesimpulan merupakan sudut pandang yang didapatkan setelah membaca informasi yang terkait satu sama lain dengan situasi yang disampaikan. Tunggu!!! Ada informasi yang terkait dan situasi? Bukankah itu merupakan...
Informasi terkait = kalimat pendukung - compound and complex sentence
Situasi = inti klausa - kalimat topik - simple sentence
Tepat sekali, sebuah kalimat kesimpulan adalah kalimat yang digunakan untuk mengekspresikan sebuah sudut pandang, yang mana ditarik berdasarkan informasi terkait dalam topik itu sendiri. Sebuah kalimat kesimpulan yang baik bila ia dinyatakan dalam bentuk yang tegas, jelas, dan terukur. Dengan demikian, kalimat kesimpulan yang baik adalah kalimat yang sesuai dengan inti klausa, yaitu simple sentence.

Contoh Menulis Paragraf yang Baik dan Benar

Kembali lagi diingatkan kepada para pembaca, bahwa sebuah paragraf yang baik terdiri dari tiga kalimat penting, yaitu kalimat topik, pendukung, dan kesimpulan. Sebagai contoh,
Kalimat topik: Pembangunan di wilayah urban dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
Ada sebuah topik yang menyatakan bahwa ada hubungan antara peningkatan pendapatan asli daerah dari sutu wilayah, dan pembangunan. Tugas penulis selanjutnya adalah dengan cara mendukung topik tersebut, dan tentunya bisa digunakan dengan kalimat tanya 5W dan 1H, yaitu:
  • Apa hubungan pembangunan dan peningkatan pendapatan asli daerah?
  • Kapan terjadi hubungan pembangunan dan peningkatan pendapatan asli daerah?
  • Siapa yang terkait pada pembangunan dan peningkatan pendapatan asli daerah?
  • Dimana terjadi hubungan antara pembangunan dan peningkatan asli daerah?
  • Kenapa bisa terjadi hubungan antara pembangunan dan peningkatan asli daerah?
  • Bagaimana bisa terjadi hubungan antara pembangunan dan peningkatan asli daerah?
Dari keenam pertanyaan tersebut, jawaban yang rigid dapat dipahami dari pertanyaan apa, kapan, siapa, dan dimana. Namun, untuk pertanyaan kenapa dan bagaimana, perlu pembaca memahami bahwa keduanya berbeda satu sama lain. Kata "kenapa" memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat, sedangkan kata "Bagaimana" cenderung digunakan untuk menjelaskan kajian praktis/ proses dan teknis. Sehingga, dari keenam pertanyaan ini dapat ditulis sebuah paragraf yang bervariatif, yaitu:
Pembangunan di wilayah urban dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Wilayah urban banyak digunakan sebagai tempat beristirahat yang diindikasikan dengan banyaknya kompleks perumahan oleh masyarakat. Kompleks perumahan juga tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, melainkan juga digunakan untuk tempat usaha dagang seperti rumah makan, swalayan, toko sembako, dan semacamnya, sehingga terjadi aktivitas ekonomi dengan tingkat transaksi yang cukup tinggi. Pembangunan fasilitas publik yang memadai dapat membantu proses transaksi lebih baik lagi, sehingga pemerintah setempat dapat menarik pajak dari sektor perdagangan. Dengan demikian, pembangunan fasilitas publik dapat meningkatkan pendapatan pemerintah setempat.
Dari paragraf di atas, penulis mencoba mendukung inti klausa yang berwarna merah dengan kalimat-kalimat majemuk yang ditulis menggunakan warna biru, sedangkan yang terakhir berwarna hijau merupakan kalimat kesimpulan. Bagaimana menurut pembaca? Silahkan tuliskan pertanyaan di kolom komentar

Aksara Ilmiah adalah sebuah blog portal menulis naskah ilmiah. Blog ini berisi panduan untuk menulis naskah dan karya ilmiah.

This Is The Newest Post
Comments


EmoticonEmoticon