Selasa, 14 Januari 2020

Belajar Klausa Independent dan Dependent Bahasa Inggris

Mengenal Klausa Bahasa Inggris

Aksara Ilmiah - Dalam proses terjemahan bahasa Inggris, kesulitan terbesar adalah memahami kalimat secara kontekstual. Hal tersebut disebabkan karena dalam proses penerjemahan yang melibatkan pengertian secara literal atau harfiah. Hal lain yang menyebabkan munculnya kesulitan dikarenakan kurangnya pemahaman dalam menelaah kalimat tunggal dan kalimat majemuk baik setara ataupun bertingkat. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana memahami sebuah kalimat dan jenis-jenis kalimatnya sehingga memudahkan dalam proses membaca dan menulis.

 

Pengertian Klausa

Sebelum mendiskusikan apa pengertian klausa, para pembaca saya sarankan terlebih dahulu untuk membaca 3 kelas kata utama dalam bahasa Inggris pada artikel sebelumnya. Bila sudah, maka secara sederhana, klausa dapat difahami sebagai susunan kata-kata yang terdiri atas Subject dan Verb. Berdasarkan kamus Oxford, klausa didefinisikan sebagai:
Clause is a group of words that includes a subject and a verb, and forms a sentence or part of a sentence
Dengan demikian, klausa yang terdiri atas subject dan verb dapat membentuk sebuah kalimat. Dengan kata lain, sebuah kalimat bisa saja terdiri atas 1 buah subject dan 1 buah verb, atau memiliki lebih dari 1 subject dan 1 verb.

 

Jenis Klausa dalam Bahasa Inggris

Klausa Independent

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebuah klausa dapat terdiri atas 1 buah subject dan verb, atau memiliki lebih dari 1 klausa. Artinya, sebuah kalimat dapat terdiri atas dua buah klausa. Sebuah klausa dikatakan sebagai klausa independent memiliki satu buah klausa yang hanya terdiri atas masing-masing sebuah subject dan verb, dan istilah lain yang digunakan untuk menyatakan independent clause, adalah klausa inti. Ciri-ciri dari sebuah klausa inti adalah:
  1. Hanya memiliki satu subject dan verb
  2. Memiliki makna yang jelas atau thoughtful/ clear meaning
Makna yang jelas didefinisikan sebagai sebuah pengertian yang membuat rekan berbicara dan membaca tidak ingin mengetahui lebih lanjut dari klausa tersebut. Sebagai contoh,
Seorang dosen memberikan kuliah di hari Sabtu, atau dalam bahasa Inggris
A lecturer gives lecture on Saturday
Pada klausa "Seorang dosen memberikan kuliah di hari Sabtu" atau "A lecturer givers lecture on Saturday" memiliki makna yang jelas. Yaitu, adanya sebuah keadaan dimana seorang dosen mengajar di hari Sabtu, dan keadaan ini tidak mengajak para pembaca ataupun pendengar untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi setelah, pada saat, dan sebelum keadaan tersebut terjadi.

Selanjutnya, baik dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, karakteristik waktu tidak mempengaruhi makna independent dari sebuah klausa. Sebagai contoh, bila dicantumkan kata "Sabtu minggu lalu", atau dalam bahasa Inggris "last Saturday", kata verb tidak berubah dalam bahasa Indonesia, namun pada Bahasa Inggris, ia berubah bentuk menjadi gave yang termasuk dalam kategori irregular verbs. Sehingga, klausa tersebut menjadi:
Seorang dosen memberikan di hari Sabtu minggu lalu, atau dalam bahasa Inggris
A lecturer gave lecture on last Saturday
Meskipun terjadi perubahan yang cukup mendasar pada kalimat bahasa Inggris, struktur dari klausa tetap hanya memiliki 1 buah subject dan 1 buah verb (dalam bentuk verb past atau verb 2).

 

Klausa Dependent

Berbeda dengan klausa independent, klausa dependent atau anak klausa (sering disebut juga dengan istilah anak kalimat), ia hanya memiliki makna yang berbeda. Meskipun strukturnya tetap sama, yaitu dengan kehadiran sebuah subject dan verb, anak klausa memiliki ciri-ciri lain berupa membuat seseorang baik pendengar maupun pembaca untuk ingin mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi. Untuk itu, ada sebuah kata yang disematkan yaitu sebuah kata penghubung yang sifatnya bergantung pada satu sama lain. Dengan kata lain:
  1. Memiliki satu subject dan verb
  2. Memiliki kata penghubung berupa ketika (when), sebelum (before), setelah (after), yang (which, who, that), dan semacamnya, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah subordinating connectors
Klausa dependent memiliki maksud dan tujuan tertentu, meskipun ia tidak bersifat inti dari sebuah klausa atau kalimat. Umumnya, klausa dependent digunakan untuk memberikan informasi yang khusus, deskriptin dan semacamnya sehingga para pembaca dapat memahami makna kausalitas atau sebab-akibat. Contoh dari klausa dependent ialah:
Ketika hari hujan, ...
When today is rainy, ...
Kedua kalimat tersebut menunjukkan adanya sebuah hal yang ingin diketahui lebih lanjut. Maksudnya, "ketika hari hujan", "ya, pada saat hari hujan, apa yang terjadi? siapa yang ingin disampaikan? apakah ada informasi lain yang ingin disampaikan?.

Sebagai kesimpulan, baik dalam menulis, berbicara, dan membaca, pemahaman terhadap klausa independent dan dependent dapat membantu kita dalam mempersiapkan ketiga hal tersebut. Tentunya hal ini berimplikasi, maksud dan tujuan dalam menulis dan berbicara. Tidak mungkin tentunya ketika berbicara dan menulis, seorang pembicara dan penulis memberikan pernyataan dalam bentuk klausa dan kalimat tanpa memiliki makna dan arti yang jelas.

Aksara Ilmiah adalah sebuah blog portal menulis naskah ilmiah. Blog ini berisi panduan untuk menulis naskah dan karya ilmiah.

Comments


EmoticonEmoticon